Politik Oligarki dan Perampasan Tanah di Indonesia: Kasus Perampasan Tanah di Kabupaten Karawang Tahun 2014

Dicky Dwi Ananta

Abstract


Penelitian ini membahas fenomena perampasan tanah dalam kerangka politik oligarki yang terjadi di tingkat lokal pasca Orde Baru. Dengan metode penelitian kualitatif dan mengambil studi kasus di Karawang, penelitian ini menggambarkan bagaimana politik oligarki menjadi operasionalisasi dari terjadinya perampasan tanah di Indonesia. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa jejaring kekuasaan oligarki yang terbentuk dan beroperasi sejak Orde Baru masih menjadi kekuatan sosial yang dominan dalam proses perampasan tanah di Karawang. Politik oligarki itu juga diikuti dengan cara kerja dari jejaring kekuasaan yang predatoris, yaitu adanya kelompok politico-business yang menggunakan kekuasaan negara untuk akumulasi kekayaan individu, berpengaruhnya relasi patronase di antara para elite ekonomi dan politik, penggunaan politik uang dalam kontestasi lokal, pengerahan organisasi kekerasan non-negara untuk mengamankan sumber daya, dan lemahnya kekuatan sosial di luar jejaring kekuasaan oligarki tersebut. Keseluruhan praktik politik tersebut dijalankan oleh jejaring kekuasaan oligarki untuk mendapatkan, dan atau, mengamankan sumber daya material. Studi ini berkesimpulan bahwa politik oligarki masih menjadi bentuk dan cara kerja dari politik lokal Indonesia, setidaknya indikasi tersebut terlihat dari operasionalisasi oligarki tersebut dari kasus perampasan tanah di Karawang.


Keywords


perampasan tanah; oligarki; politik lokal

Full Text:

PDF

References


Anderson, Benedict. 2014. “Kebal Hukum dan Pemeranan Kembali: Refleksi Pembantaian 1965 di Indonesia dan Warisan Sejarahnya”. Jurnal IndoProgress 1 (No.2): -.

Antikorupsi.org. 2015. “Ahmad Dadang Diberhentikan sebagai Bupati.” November. http://www.antikorupsi.org/id/content/achmad-dadang-diberhentikan-sebagai-bupati (13 November 2015).

Bachriadi, Dianto (Ed.). 2012. Dari Lokal ke Nasional kembali ke Lokal: Perjuangan Hak atas Tanah di Indonesia. Bandung: ARC Books.

Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Hasil Sensus Pertanian 2013. Jakarta: BPS.

_________________. 2015. “Rata-Rata Luas Lahan yang Dikuasai Rumah Tangga Petani.” Oktober. http://st2013.bps.go.id/dev2/index.php (25 Oktober 2015).

Borras Jr, Saturnino M. dan Jennifer C. Franco. 2011. Political Dynamic of Land Grabbing in Southeast Asia: Understanding Europe’s Role. Amsterdam: Transnational Institute in the Context of the Just Trade Project.

Borras Jr, Saturnino M., Cristobal Kay, Sergio Gomes, dan John Wilkinson. 2012. “Land Grabbing and Global Capitalist Accumulation: Key Features in Latin America.” Canadian Journal of Development Studies 33 (No. 4): 402-416.

Bourchier, David dan Vedi R Hadiz (Eds.). 2003. Indonesia Politics and Society: A Reader, London and New York: Routledge Curzon.

Chinsinga, Blessings, Michael Chasukwa, dan Sane Panchane Zuka. 2013. “The Political Economy of Land Grabs in Malawi: Investigating the Contribution of Limphasa Sugar Corporation to Rural Development.” Journal Agricultural and Environmental Ethics. 26 (No.6): 1065-1084.

Choi, Nankyung. 2011. Local Politics in Indonesia: Pathways to Power. London and New York: Routledge.

Choiruddin, Udin. 2014. “Tragedi Teluk Jambe Barat: Ketidakadilan Agraria Kian Memuncak.”http://selamatkanbumi.com/english-tragedi-telukjambe-barat-ketidakadilan-agraria-kian-memuncak/ (25 Oktober 2015).

Chua, Christian. 2008. Chinese Big Business in Indonesia: The State of Capital, London and New York: Routledge.

Ford, Michele dan Thomas B Pepinsky. 2014. “Melampaui Oligarki? Bahasan Kritis Kekuasaan Politik dan Kesenjangan Ekonomi di Indonesia.” Prisma 33 (No. 1): -.

Gerring, John. 2004. “What is Case Study and What is it Good for?” The American Political Science Review 98 (No. 2): 341-354.

GRAIN. 2008. “Seized!: The 2008 Land Grab for Food and Financial Security”, GRAIN Briefing.“ http://www.grain.org/article/entries/93-seized-the-2008-landgrab-for-food-and-financial-security.html. (25 Agustus 2014).

Hadiz, Vedi R. 2005. Dinamika Kekuasaan: Ekonomi Politik Indonesia Pasca Soeharto. Jakarta: LP3ES.

___________. 2010. Localising Power in Post Authoritarian Indonesia: A Southeast Asia Perspective. Stanford: Stanford University Press.

Harriss, John, Kristian Stokke dan Olle Törnquist, 2005. “Introduction: The New Local Politics of Democratisation”, dalam Politicing Democracy: The New Local Politic of Democratization, John Harriss, Kristian Stokke and Olle Tornquist (Eds.), New York: Palgrave Macmillan.

Harsono, Boedi. 2005. Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan.

Harvey, David. 2009. Neoliberalisme dan Restorasi Kelas Kapitalis, terj. Yogyakarta: Resist.

Ito, Takeshi, Noer Fauzi Rahman, dan Laksmi A. Savitri, 2011. “Naturalizing Land Dispossession: A Policy Discourse Analysis of the Merauke Integrated Food and Energy Estate”, International Conference on Global Land Grabbing, LDPI berkolaborasi dengan Journal of Peasant Studies, University of Sussex, UK, 6-8 April 2011.

Jou, Sue-Ching, Anders Lund Hansen, dan Hsin-Ling Lu, 2012. “Accumulation by Dispossession and Neoliberal Urban Planning: Landing the Mega Project in Taipei”, dalam Contradiction of Neoliberal Planning, Geojurnal Liberary 102 (-): 151-171.

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha Republik Indonesia. 2013. “Pendapat Komisi Persaingan Usaha No.11/KPPU/PDPT/V/2013 tentang Pemberitahuan Pengambilalihan Saham (Akuisisi) Saham PT. Bali Perkasa Sukses dan PT. Sumber Air Mas Pratama oleh PT. Agung Podomoro Land Tbk.” http://www.kppu.go.id/id/wp-content/uploads/2013/07/Pendapat-APLN-vs-Bali-versi-publik.pdf. (18 November 2015).

Komune Rakapare. 2015. “Laporan Investigasi Komune Rakapare: Pemecahan Masalah Konflik Agraria.” http://communia.id/laporan-investigasi-konflik-agraria-karawang/ (30 Oktober 2015).

Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA). 2014. “Catatan Akhir Tahun 2014 Konsorsium Pembaharuan Agraria”, dirilis dalam konferensi pers 23 Desember 2014 di Jakarta.

Kulitinta.net, 2015. “Terkait Demo Galuh Mas Gibas Sarankan, ” (14 November 2015).

Kurniasari, Puji. 2015. “Peluang Besar Bisnis Properti di Karawang.” http://www.propertynbank.com/peluangbesarbisnispropertidikarawang/. (10 November 2015).

Land Matrix, 2015. “Indonesia: by Target Country.” http://landmatrix.org/en/get-the-detail/by-target-country/indonesia/?more=110. (19 Maret 2015).

Levien, Michael. 2012. “The Land Question: Special Economic Zones and the Political Economy of Dispossession in India.” Journal of Peasant Studies 39: (No. 3-4): 933-969.

Lindblom, Charles E. 1982. “Market as Prison.” The Journal of Politics 44 (No. 2): 324-336.

Magdof, Fred. 2014. “Twenty-First-Century Land Grabs.” http://monthlyreview.org/2013/11/01/twenty-first-century-land-grabs. (27 Juni 2014).

Mahkamah Agung. 2015. “Putusan Mahkamah Agung Nomor 160 PK/Pdt/2011 Tahun 2011.” http://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/5e7701ff45a191d42678124bb6f858aa (25 Nopember 2015).

Presiden Republik Indonesia. 2011. “Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia 2011-2025”.

Pujiriyani, Dwi Wulan, Vegitya Ramadhani Putri, Muhammad Yusuf, Muhammad Bahtiar Arifin (Eds.). 2014. Land Grabbing: Bibliografi Beranotasi. Yogyakarta: STPN Press.

Rahman, Noer Fauzi dan Dian Yanuardi. 2014. MP3EI: Master Plan Percepatan dan Perluasan Krisis Sosial-Ekologis Indonesia. Yogyakarta: Tanah Air Beta bekerjasama dengan Sajogyo Institute.

Rahman, Noer Fauzi. 2012. Land Reform dari Massa ke Masa: Perjalanan Kebijakan Pertanahan 1945-2009. Yogyakarta: STPN.

Robison, Richard dan Vedi R. Hadiz. 2014. Reorganizing Power in Indonesia: The Politics of Oligarchy in an Age of Market. London and New York: Routledge.

_____________________________. 2014. “Ekonomi Politik Oligarki dan Pengorganisasian Kembali Kekuasaan di Indonesia.” Prisma 33 (No. 1): -.

Robison, Richard. 2012. Soeharto dan Bangkitnya Kapitalisme Indonesia (terj). Depok: Komunitas Bambu.

Rumalutur, Fajrin. 2013. “Land Grabbing di Indonesia: Studi terhadap Mega Proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE)”. Tesis Magister. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Depok.

Serikat Petani Karawang. 2014. “Kronologis Konflik Tanah antara Masyarakat dan PT. SAMP”. Laporan tidak diterbitkan.

Sidaknews.com, 2015. “PT. SAMP Sarankan Sepetak Tempuh Jalur Hukum.” https://www.sidaknews.com/pt-samp-sarankan-sepetak-tempuh-jalur-hukum/ (3 Desember 2015).

Soeseno, Nuri. 2015. “Contentious Politics di antara Dua Kota di Pantai Barat Norwegia Terkait dengan Kebijakan Pelayanan Kesehatan Bersama.” Jurnal Politik 1 (No.1): 5-38.

Tamankenanganlestari.co.id, 2015. “Pendiri Taman Kenangan Lestari.” http://www.tamankenanganlestari.co.id/statis-2-pendiri.html (4 Nopember 2015).

Tjondronegoro, S.M.P. dan Gunawan Wiradi (Eds.). 2008. Dua Abad Penguasaan Tanah: Pola Penguasaan Tanah Pertanian di Jawa dari Masa ke Masa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Wawancara dengan Agus, mantan aktivis Konsorsium Pembaharuan Agraria, 11 Oktober 2015.

Wawancara dengan Engkos Koswara, Sekjen Sepetak, 10 Oktober 2015.

Wawancara dengan Hilman, Aktivis GMNI Karawang, 12 Oktober 2015

Wawancara dengan Munir, pengacara publik dan mantan aktivis Kontras, 4 November 2015.

Wawancara dengan Udam, Petani di Desa Margamulya, 12 Oktober 2015.

White, Ben, Saturnino M. Borras, Jr, Ruth Hall, Ian Scoones, dan Wendy Wolford. 2012. “The New Enclosure: Critical Perspectives on Corporate Land Deals.” The Journal of Peasant Studies 39 (No. 3-4): 619-647.

Winters, Jeffrey A. 2011. Oligarki (terj). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wiradi, Gunawan dan Dianto Bachriadi. 2011. Enam Dekade Ketimpangan: Masalah Penguasaan Tanah di Indonesia. Bandung: ARC, Binadesa dan KPA.

Yanuardy, Dian. 2011. “Commoning, Dispossession Project and Resistance: A Land Dispossession Project for Sand Iron Minning in Yogyakarta, Indonesia.” International Conference on Global Land Grabbing, LDPI dan Journal of Peasant Studies, University of Sussex, UK, 6-8 April 2011.




DOI: https://doi.org/10.7454/jp.v2i1.83

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016