Menghadirkan Kepentingan Perempuan dalam Representasi Politik di Indonesia

Dirga Ardiansa

Abstract


Tulisan ini mencoba merespons tiga diskursus utama perkembangan studi representasi politik belakangan ini. Pertama, representasi politik tidak akan menghadirkan representasi kepentingan dan identitas secara sempurna, hanya separuh atau sebagian sehingga representasi adalah tentang klaim semata bukan sebuah fakta representasi. Kedua, representasi politik yang demokratis terjadi jika mereka yang kepentingannya dipengaruhi atau tersentuh oleh sebuah keputusan mempunyai kapasitas untuk (terlibat) memengaruhi pembuatan keputusan tersebut. Ketiga, representasi politik dapat dihasilkan dari proses elektoral (pemilu) dan non-elektoral. Proses elektoral menghasilkan representasi politik formal pada ranah jabatan eksekutif dan legislatif di parlemen. Dalam proses non-elektoral representasi politik hadir dalam bentuk gerakan politik oleh kelompok, serikat, komunitas, atau organisasi masyarakat sipil. Dalam konteks praktik representasi politik di Indonesia dan kaitannya dengan isu representasi politik perempuan, tulisan ini melihat praktik representasi politik perempuan di Indonesia dalam ketiga diskursus tersebut, serta menawarkan gagasan dan rekomendasi bagi upaya meningkatkan angka representasi perempuan juga bagi upaya menghadirkan kepentingan perempuan. 


Keywords


kepentingan; perempuan; representasi politik

Full Text:

PDF

References


Irwansyah, Anna Margret, Yolanda Panjaitan, dan Mia Novitasari. 2013. Paradoks Representasi Politik Perempuan. Depok: Puskapol UI.

KPU RI. 2014. Laporan dan Publikasi Data KPU RI 2009 – 2014. Jakarta: KPU RI.

Komnas Perempuan. 2016. Laporan dan Publikasi Komnas Perempuan 2014-2016. Jakarta: Komnas Perempuan.

Koalisi Perempuan Indonesia. 2013. Laporan Tahunan dan Publikasi Koalisi Perempuan Indonesia 2013. Jakarta: Koalisi Perempuan Indonesia.

Krook, Mona Lena. 2009. Quotas for Women in Politics. New York: Oxford University Press.

Margret, Anna, Christina Dwi Susanti, Dirga Ardiansa, Fariz Panghegar, dkk. 2014. Pendidikan Pemilih tentang Transaksi Politik dalam Pemilu. Depok: Puskapol.

Marwah, Sofa. 2016. “Representasi Perempuan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Serentak di Jawa Tengah Tahun 2015.” Jurnal Politik 1 (No.2): 263-281.

Osborn, Tracy L. 2012. How Women Represent Women. New York: Oxford University Press.

Philips, Ann. 1995. Politics of Presence. Oxford: Clarendon Press.

Pitkin, Hanna Fenichel. 1967. The Concept of Representation. London: University of California Press.

Puskapol UI. 2010. Kajian Implementasi Kebijakan Afirmatif Hasil Pemilu 2009 dan Rekomendasi Kebijakan. Depok: Puskapol UI.

___________. 2010. Laporan Workshop Refleksi Gerakan Politik Perempuan. Depok: Puskapol UI.

___________. 2010. Naskah Analisis Perolehan Kursi Partai Demokrat di DPR dan DPRD Pemilu 2009. Depok: Puskapol UI.

___________. 2014. Analisis Perolehan Suara dalam Pemilu 2014: Refleksi Kritis Komitmen Internal Partai Politik Soal Keterpilihan Perempuan. Depok: Puskapol UI.

___________. 2016. Grand Design Peningkatan Keterwakilan Perempuan di Legislatif Pada Pemilu 2019. Depok: Puskapol UI.

Shapiro, Ian. Susan C. Stokes, Elisabeth Jean Wood, dan Alexander S. Kirshner. 2009. Political Representation. New York: Cambridge University Press.

Stokes, Susan, Thad Dunning, Marcelo Nazareno, dan Valeria Brusco. 2013. Brokers, Voters, and, Clientelism: The Puzzle of Distributive Politics. NY: Cambridge University Press.

Suseno, Nuri. 2013. Representasi Politik Perkembangan dari Ajektiva ke Teori. Depok: Puskapol UI.

Tremblay, Manon. 2008. Women and Legislative Representation. New York: Palgrave Macmillan.

Viera, Monica Brito and David Runciman. 2008. Representation. Cambridge: Polity Press.

www.datapolitik.org.




DOI: https://doi.org/10.7454/jp.v2i1.82

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016