Opresi Berlapis Perempuan Etnis Tionghoa: Pemerkosaan Massal Terhadap Perempuan Etnis Tionghoa dalam Tragedi Mei 1998 di Jakarta

Chandra Linsa Hikmawati

Abstract


Penelitian ini membahas mengenai pemerkosaan massal terhadap perempuan Tionghoa dalam Tragedi Mei 1998 di Jakarta. Beberapa studi yang membahas kekerasan terhadap masyarakat Tionghoa dalam Tragedi Mei 1998 di Jakarta sedikit yang menaruh perhatian pada kekerasan terhadap perempuan Tionghoa (misalnya Purdey 2013; Siegel 1998; dan Tadié 2009). Beberapa penulis yang mencoba memberikan perhatian seperti Heryanto (2000) dan Wichelen (2000) masih melihat masalah itu dari satu aspek bahasan seperti kekerasan negara dan gender. Dengan menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pemeriksaan dokumen yang relevan dan studi literatur, penelitian ini berargumen bahwa pemerkosaan terhadap perempuan Tionghoa merupakan peristiwa yang kompleks dan perlu dilihat dengan penjelasan yang lebih dalam. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peristiwa tersebut dengan konsep opresi atau kekerasan berlapis dengan menggunakan konsep kekerasan struktural, interseksionalitas, ideologi gender negara, dan pemerkosaan massal. Opresi berlapis terhadap masyarakat Tionghoa melihat bahwa posisi mereka yang kuat secara ekonomi namun lemah secara sosial-politik telah membangun akar sentimen masyarakat pribumi terhadap masyarakat Tionghoa. Situasi tersebut semakin rumit dengan adanya ideologi gender negara serta budaya patriarki masyarakat dalam memandang perempuan (konstruksi sosial keperempuanan sebagai simbol kehormatan dan objektifikasi dari tubuh perempuan).


Keywords


Opresi berlapis; pemerkosaan massal; kekerasan struktural; ideologi gender negara

Full Text:

PDF

References


Arivia, Gadis. 2000. “Logika Kekerasan Negara Terhadap Perempuan.” Dalam Negara dan Kekerasan Terhadap Perempuan. Nur Iman Subono (Ed.). Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

Brown, Kathryn Meghan. 2012. Analysis of Structural Causes of Mass Rape in the Democratic Republic of Congo: An Integrated Perspective (Honor Tesis tidak diterbitkan). Columbus: Ohio State University.

Effendi, Wahyu dan Prasetyadji. 2008. Tionghoa Dalam Cengkraman SBKRI. Jakarta: Visimedia.

Galtung, Johan. 1969. “Violence, Peace, and Peace Research.” Journal of Peace Research 6 (No. 63): 167-191.

Green, Jennifer L. 2004. “Uncovering Collective Rape: A Comparative Study of Political Sexual Violence.” International Journal of Sociology 34 (No. 1): 97-116.

Harmin Y. Kleden, et.al. 1998. Jalan Panjang Tragedi Itu. Tempo. 12 Oktober.

Heryanto, Ariel. 1998. “Ethnic Identities and Erasure.” dalam Southeast Asian Identities: Culture and The Politics of Representation in Indonesia, Malaysia, Indonesia, Singapore, and Thailand. Joel S. Kahn. Singapore : Institute of Southeast Asian Studies.

_____________. 1999. “Kapok Jadi Nonpri: Terorisme Negara dan Isu Rasial.” dalam Pri dan Nonpri Mencari Format Baru Pembauran. Moch Sa’dun M. (Ed.). Jakarta : Pustaka Cidesindo.

_____________. 2000. “Perkosaan Mei 1998 Beberapa Pertanyaan Konseptual.” dalam Negara dan Kekerasan Terhadap Perempuan. Nur Iman Subono (Ed.) Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

Ho, Kathleen. 2007. “Structural Violence as a Human Rights Violation.”Essex Human Rights Review 4 (No.2): 1-17.

Kantjasungkana, Nursyahbani. 2000. “Militer dan Kekerasan Terhadap Perempuan: Negara Membiarkan Kekerasan oleh Masyarakat.” dalam Negara dan Kekerasan Terhadap Perempuan. Nur Iman Subono (Ed). Jakarta : Yayasan Jurnal Perempuan.

Kleden, Ignas. 1999. “Stratifikasi Etnis dan Diskriminasi.” dalam Pri dan Nonpri Mencari Format Baru Pembauran. Moch Sa’dun M. (Ed.). Jakarta : Pustaka Cidesindo.

Komnas Perempuan. 1999. Seri Dokumen Kunci : Temuan Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Kerusuhan Mei 1998 (Lampiran Laporan Tim Relawan Untuk Kemanusiaan). Jakarta: Publikasi Komnas Perempuan.

Mariana, Anna. 2015. Perbudakan Seksual Perbandingan Antara Masa Fasisme Jepang dan Neofasisme Orde Baru. Serpong: Marjin Kiri.

Marzali, Amri. 1994. “Kesenjangan Sosial-Ekonomi Antargolongan Etnik Kasus Cina-Pribumi di Indonesia.” Prisma 12 (-), 57-71.

Mazurana, Dyan dan Susan McKay. 2001. “Women, Girls, And Structural Violence: A Global Analysis.” dalam Peace, Conflict, and Violence: Peace Psychology for the 21st Century. D.J. Christie, R.V. Wagner, D.A. Winter (Eds.). Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall.

Meij, Lim Sing. 2009. Ruang Sosial Baru Perempuan Tionghoa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Onghokham. 2008. Anti Cina, Kapitalisme Cina, dan Gerakan Cina Sejarah Etnis Cina di Indonesia. Depok: Komunitas Bambu.

__________. 1999. “Pri-Nonpri: Perspektif Historis Rasialisme di Indonesia dan Sistem Ekonomi Kita.” dalam Pri dan Nonpri Mencari Format Baru Pembauran. Moch Sa’dun M. (Ed). Jakarta: Pustaka Cidesindo.

Purdey, Jemma. 2013. Kekerasan Anti-Tionghoa di Indonesia 1996-1999. Christine Susanna Tjhin (Terj). Denpasar : Pustaka Larasan.

Rahayu, Ruth Indiah. 2007. Konstruksi Histografi Feminisme Indonesia dari tutur Perempuan. Makalah dipresentasikan dalam Workshop “Histografi Indonesia: Di antara Histografi Nasional dan Alternatif.” diselenggarakan oleh Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM dan Australia Research Council, Yogyakarta.

Romo Sandyawan Sumardi, S.J. 1998. Jumlah Korban Bisa Bertambah. Tempo. 12 Oktober.

Setiono, Benny G. 2008. Tionghoa Dalam Pusaran Politik. Jakarta: TransMedia Pustaka.

Siegel, James T. 1998. “Early Thoughs on The Violence of May 13 and 14, 1998 in Jakarta.” Indonesia 66 (-): 75-108.

Strassler, Karen. 2004. “Gendered Visibilities and The Dream of Transparency: The Chinese-Indonesian Rape Debate in Post-Suharto Indonesia.” Gender and History 16 (3): 689-725.

Subono, Nur Iman. 2002. “Konflik Senjata, Kekerasan Militer, dan Perempuan.” Jurnal Perempuan 24 (-): 109-121.

Sukardi, Laksamana. 1999. “Nonpri, Aset Ekonomi, dan Pemerataan.” dalam Pri dan Nonpri Mencari Format Baru Pembauran. Moch Sa’dun M. (Ed). Jakarta: Pustaka Cidesindo.

Sulistyo, Hermawan. 2016. Intercourse With Tragedy. Jakarta : Pensil-324.

Suparlan, Parsudi. 2003. “Kesukubangsaan dan Posisi Orang Cina Dalam Masyarakat Majemuk Indonesia.” Antropologi Indonesia 71 (-): 23-33.

Suryadinata, Leo. 2003. “Kebijakan Negara Indonesia Terhadap Etnik Tionghoa: Dari Asimilasi ke Multikulturalisme?”. Antropologi Indonesia 71 (-): 1-11.

Suryakusuma, Julia. 2011. Ibuisme Negara Konstruksi Sosial Keperempuanan Orde Baru. Depok: Komunitas Bambu.

Suryohadiprojo, Sayidiman. 1999. “Pri-Nonpri Dalam Perspektif Integrasi Sosial dan Pemerataan Pembangunan.” dalam Pri dan Nonpri Mencari Format Baru Pembauran. Moch Sa’dun M. (Ed). Jakarta: Pustaka Cidesindo.

Tadié, Jérôme. 2009. Wilayah Kekerasan di Jakarta. Rahayu S. Hidayat (Terj). Depok: Masup Jakarta.

Tan, Melly G. 2003. “Dimensi Sosial dan Kultural Kekerasan Berdasarkan Jender di Indonesia: Dari Penjulukkan ke Diskriminasi ke Kekerasan.” Antropologi Indonesia 71 (-): 46-63.

Tanpa penulis. Tanpa tahun. “Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia.” http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl1256/surat-bukti-kewarganegaraan-indonesia-%28sbkri%29-, (20 Februari 2017).

Tanpa penulis. Tanpa tahun. “Understanding Galtungs Violence Triangle and Structural Violence.” https://www.galtung-institut.de/en/network/groups/anything-galtung/forum/topic/understanding-galtungs-violence-triangle-and-structural-violence/ (12 Agustus 2016).

Uvin, Peter. 2003. “Global Dreams and Local Anger: From Structural to Acute Violence in a Globalizing World.” dalam Rethinking Global Political Economy: Emerging Issues, Unfolding Odysseys. Mary Ann Tétreault dkk (Ed.). London: Routledge.

Yayasan Pengkajian Hukum Indonesia (YPHI). 2010. Menggugat SBKRI. Jakarta: Suara Harapan Bangsa.

Wandita, Galuh. 2000. “Air Mata Telah Terkuras, Tetapi Kekerasan Belum Selesai.” dalam Negara dan Kekerasan Terhadap Perempuan. Nur Iman Subono (Ed.) Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

Wichelen, Sonja Judith van. 2000. The State and Gender-Based Violence in Indonesia A Study Into The May 1998 Violence (Tesis Doktoral tidak diterbitkan). Utrecht University: Utrecht.

Weber, Max. 2006. Sosiologi. Noorkholis & Tim Penerjemah Promethea (Terj). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.7454/jp.v2i2.76

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Chandra Linsa Hikmawati