Runtuhnya Politik Oligarki dalam Pemilihan Kepala Desa: Kekalahan Incumbent pada Pilkades Tanjung Kabupaten Kediri

Endik Hidayat, Budi Prasetyo, Setya Yuwana

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan fenomena praktik politik oligarki dalam pemilihan kepala desa yang memiliki perbedaan pola dengan pemilihan umum di tingkat lokal dan nasional. Dengan metode penelitian kualitatif dan mengambil studi kasus di Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, penelitian ini menggambarkan bagaimana politik oligarki berbasis sumber daya material gagal memenangkan pemilihan kepala desa Tanjung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua calon kepala desa menggunakan sumber daya material selain sumber kekuasaan Jawa yang bersifat spiritual. Meskipun demikian, penggunaan uang dan penguasaan institusi formal sebagai karakter dasar oligarki ternyata kurang efektif untuk meraup jumlah suara yang signifikan dalam pemilihan kepala desa Tanjung tersebut. Sebaliknya, semakin banyak sumber kekuasaan nonmaterial yang digunakan calon kepala desa maka semakin besar pula kemungkinan terpilihnya. Sumber kekuasaan nonmaterial tersebut identik dengan kekuasaan Jawa berasal energi mistis kesakten yang berfungsi untuk meningkatkan kepercayaan diri kontestan dalam menghadapi pemilihan. Dengan demikian, peranan sumber kekuasaan material dan sumber kekuasaan nonmaterial dalam kontestasi politik di tingkat desa tidak sama atau bertolak belakang dengan kontestasi politik di tingkat kabupaten, kota, provinsi dan nasional.


Keywords


oligarki, elit, sumber kekuasaan, politik lokal

Full Text:

PDF

References


Ananta, Dicky Dwi. 2016. “Politik Oligarki dan Perampasan Tanah di Indonesia: Kasus Perampasan Tanah di Kabupaten Karawang Tahun 2014.” Jurnal Politik 2 (1): 101-135.

Anderson, Benedict R.O’G. 2000. Kuasa-Kata Jelajah Budaya-Budaya Politik Indonesia (terj). Yogyakarta: Mata Bangsa.

Aspinall, Edward dan Noor Rohman. 2017. “Village Head Election in Java: Money Politics and Brokerage in The Remaking of Indonesia’s Rural Elite.” Journal of Southeast Asian Studies, 48(1): 31-52.

Aspinall, Edward dan Mada Sukmajati. 2015. Politik Uang di Indonesia: Patronase dan Klientelisme Pada Pemilu Legislatif 2014. Yogyakarta: Polgov.

Bahar, Moh. Syaeful. 2017. “Interaksi Antara Kiai dan Bejingan Dalam Proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Bondowoso: Studi Tentang Pola Hubungan Orang Kuat Lokal Pasca Orde Baru.” Disertasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga.

Denzin, Norman K dan Yvonna S. Lincoln. 2009. Handbook of Qualitative Research. (Terjemahan oleh Dariyatno, Badrus Samsul Fata, Abi, John Rinaldi), Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ford, Michele dan Thomas B Pepinsky. 2014. “Melampaui Oligarki? Bahasan Kritis Kekuasaan Politik dan Kesenjangan Ekonomi di Indonesia.” Prisma 33 (1): 3-10.

Hadiz, Vedi R. 2005. Dinamika Kekuasaan: Ekonomi Politik Indonesia Pasca Soeharto. Jakarta: LP3ES.

Hadiz, Vedi R. 2010. Localising Power in Post-authoritarian Indonesia A Southeast Asia Perspective. California: Stanford University Press.

Iberamsjah. 2002. “Elit Desa Dalam Perubahan Politik: Kajian Kasus Pengambilan Keputusan di Desa Gede Pangrango Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Pada Masa Awal Penerapan Otonomi Daerah 2000-2001.” Disertasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Moertono, Soemarsaid. 1985. Negara dan Usaha Bina Negara di Jawa Masa Lampau, Studi tentang Masa Mataram II, Abad XVI sampai XIX, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Magnis Suzeno, Franz. 2003. Etika Politik, Prinsip-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Kartodirdjo, Sartono. 1991. Pesta Demokrasi di Pedesaan Jawa: Studi Kasus Pemilihan Kepala Desa di Jawa Tengah dan DIY, Yogyakarta: Aditya Media.

Prijono, Yumiko M. dan Prijono Tjiptoherijanto. 1983. Demokrasi di Pedesaan Jawa, Jakarta: Sinar Harapan.

Robison, Richard. 1981. “Culture, Politics and Economy in the Political History of The New Order.” Indonesia 31 (4): 1-29.

Soeseno, Nuri. 2015. “Contentious Politics di antara Dua Kota di Pantai Barat Norwegia Terkait Kebijakan Pelayanan Kesehatan Bersama.” Jurnal Politik 1 (1): 5-38.

Sulistyo, Hermawan. 2000. Palu Arit di Ladang Tebu Sejarah Pembantaian Massal yang Terlupakan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Sukron, Ahmad. 2017. “Pergeseran Elit Politik Lokal: Pilkades Klebung Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan.” Tesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. Surabaya.

Surbakti, Ramlan. 2010. Memahami Ilmu Politik, Jakarta: Grasindo.

Suyanto, Isbodroini. “Faham Kekuasaan Jawa: Pandangan Elit Kraton Surakarta dan Yogyakarta.” Disertasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Depok.

Yuningsih, Neneng Yani dan Valina Singka Subekti. 2016. “Demokrasi dalam Pemilihan Kepala Desa? Studi Kasus Desa Dengan Tipologi Tradisional, Transisional, dan Modern di Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013.” Jurnal Politik 1, (2): 231-261.

Wawancara dengan Agus, Calon Kepala Desa Tanjung pada tanggal 18 Agustus 2017.

Wawancara dengan Eko, Wartawan Koran Lokal Kediri pada tanggal 24 Agustus 2017.

Wawancara dengan Rudi, Calon Kepala Desa Tanjung pada tanggal 16 Agustus 2017.

Wawancara dengan Satirin, Kepala BPMPD Kabupaten Kediri pada tanggal 2 Agustus 2018.

Wawancara dengan Vito, Calon Kepala Desa Tanjung, pada tanggal 15 Agustus 2017.

Winters, Jeffrey A. 2011. Oligarki, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Winters, Jeffrey A. 2014. “Oligarki dan Demokrasi di Indonesia.” Prisma 33 (1): 11-34.




DOI: https://doi.org/10.7454/jp.v4i1.193

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Endik Hidayat